Mesin Offset Printing masih banyak digunakan, padahal digital printing sekarang menawarkan proses cetak yang jauh lebih praktis. File bisa langsung diproses dari komputer, desain mudah diganti, bahkan beberapa pekerjaan dapat dicetak tanpa persiapan yang terlalu panjang. Lantas, kenapa industri percetakan belum meninggalkan offset?
Pertanyaan tersebut cukup masuk akal. Sebab Mesin Offset Printing masih membutuhkan plat, penyetelan warna, dan beberapa tahap sebelum produksi benar-benar berjalan.
Terlihat lebih merepotkan bukan?
Namun ketika jumlah pesanan berubah dari puluhan menjadi ribuan bahkan puluhan ribu lembar, ceritanya bisa berbeda. Justru pada kondisi seperti inilah offset printing menunjukkan alasan kenapa teknologi yang sudah lama digunakan ini masih bertahan sampai sekarang.
Sebelum membandingkannya dengan digital printing, mari pahami dulu cara kerjanya.
Apa Itu Mesin Offset Printing?
Mesin Offset Printing adalah mesin cetak yang memindahkan gambar dari plat ke rubber blanket terlebih dahulu sebelum akhirnya dicetak ke media, umumnya kertas.
Jadi, plat cetak tidak langsung menyentuh kertas.
Secara sederhana, prosesnya bisa dibayangkan seperti ini:
File desain → Plat cetak → Rubber blanket → Media cetak
Istilah offset sendiri berkaitan dengan proses pemindahan gambar yang dilakukan secara tidak langsung tersebut.
Kalau dibandingkan dengan digital printing, prosesnya memang terlihat lebih panjang.
Pada digital printing, file dapat diproses secara digital kemudian diteruskan ke mesin. Sedangkan offset membutuhkan tahap persiapan sebelum mesin benar-benar siap memproduksi.
Namun perbedaan cara kerja tersebut juga membuat keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Bagaimana Cara Kerja Mesin Offset Printing?

Agar lebih mudah dipahami, bayangkan sebuah percetakan mendapat pesanan:
20.000 brosur full color dengan desain yang sama.
Desain tersebut terlebih dahulu dipersiapkan untuk proses produksi.
Untuk pekerjaan full color, umumnya digunakan sistem warna CMYK, yaitu:
- Cyan
- Magenta
- Yellow
- Black
Informasi masing-masing warna kemudian diterapkan pada plat cetak.
Ketika mesin bekerja, tinta akan berada pada bagian gambar di plat. Gambar tersebut kemudian dipindahkan menuju silinder berlapis karet atau rubber blanket.
Dari rubber blanket, barulah gambar diteruskan ke permukaan kertas.
Proses tersebut berlangsung berulang kali selama produksi.
Setelah mesin selesai disiapkan dan kondisi warna sudah sesuai, pencetakan dalam jumlah besar dapat dilakukan secara terus-menerus.
Di sinilah karakter offset mulai terasa.
Persiapannya memang lebih panjang.
Tetapi setelah siap, mesin dirancang untuk menangani pekerjaan berulang dalam volume besar.
Kenapa Mesin Offset Printing Harus Menggunakan Plat?

Kalau digital printing bisa langsung mencetak file, muncul satu pertanyaan:
Kenapa harus repot membuat plat?
Jawabannya kembali ke karakter produksinya.
Offset printing dirancang untuk membuat proses pencetakan berulang menjadi efisien setelah persiapan selesai.
Misalnya hanya ingin mencetak:
20 lembar brosur.
Membuat plat, melakukan penyetelan mesin, dan menyiapkan produksi hanya untuk 20 lembar tentu terasa tidak praktis.
Sekarang jumlahnya kita ubah.
50.000 lembar brosur.
Biaya dan waktu persiapan tadi sekarang dibagi ke puluhan ribu hasil cetakan.
Perhitungannya menjadi berbeda.
Inilah mengapa ketika membicarakan Mesin Offset Printing, jumlah produksi menjadi salah satu faktor penting.
Kenapa Mesin Offset Printing Masih Banyak Digunakan?
Digital printing terus berkembang. Mesin semakin cepat, pilihan tinta semakin beragam, dan media cetak yang dapat digunakan juga semakin luas.
Tetapi offset printing masih memiliki pasarnya sendiri.
Ada beberapa alasannya.
1. Cocok untuk Produksi dalam Jumlah Besar
Ini merupakan salah satu alasan utama offset masih digunakan.
Memang ada proses persiapan sebelum produksi.
Namun ketika jumlah cetakan sudah besar, biaya setup tersebut dapat dibagi ke jumlah produk yang jauh lebih banyak.
Akibatnya, biaya produksi per lembar dapat menjadi lebih efisien pada volume tertentu.
Perlu diperhatikan: bukan berarti offset selalu lebih murah daripada digital printing.
Titik ekonomisnya bergantung pada banyak hal, seperti:
- jumlah cetakan,
- ukuran produk,
- jenis kertas,
- jumlah warna,
- finishing,
- mesin yang digunakan,
- hingga standar kualitas produksi.
Karena itu, menentukan teknologi cetak tidak cukup hanya berdasarkan jumlah lembar.
2. Cocok untuk Pekerjaan Berulang
Mencetak satu hasil yang bagus tentu penting.
Namun pada produksi komersial, tantangannya bukan hanya membuat satu lembar terlihat bagus.
Yang dibutuhkan adalah menjaga hasil produksi tetap sesuai selama jumlah cetaknya mencapai ribuan lembar.
Offset printing sudah lama digunakan untuk pekerjaan produksi berulang semacam ini.
Karena itulah teknologinya masih banyak ditemukan di industri commercial printing, publishing, dan packaging.
3. Sangat Relevan untuk Produk Berbasis Kertas
Ketika berbicara tentang digital printing, kita sering membayangkan sticker, banner, wallpaper, atau acrylic.
Namun industri percetakan jauh lebih luas.
Masih ada kebutuhan produksi seperti:
- buku,
- majalah,
- katalog,
- brosur,
- kalender,
- company profile,
- kemasan,
- formulir,
- paper bag,
- hingga berbagai materi promosi berbasis kertas.
Untuk jenis pekerjaan tersebut, offset printing masih menjadi teknologi yang banyak digunakan.
Mesin Offset Printing Bisa Digunakan untuk Cetak Apa?
Secara umum, offset cocok untuk produk dengan karakter:
jumlah banyak, desain relatif sama, dan banyak menggunakan material berbasis kertas.
Beberapa contohnya adalah sebagai berikut.
- Buku: Produksi buku biasanya membutuhkan jumlah halaman dan eksemplar yang cukup besar. Karakter pekerjaan seperti ini sangat umum dikerjakan menggunakan offset.
- Majalah: Majalah membutuhkan reproduksi teks, gambar, dan warna secara konsisten dalam jumlah banyak.
- Brosur dan Flyer: Sebuah perusahaan bisa membutuhkan ribuan hingga puluhan ribu brosur untuk sebuah kampanye. Dalam volume seperti itu, offset layak dipertimbangkan.
- Katalog Produk: Katalog biasanya memiliki cukup banyak halaman dan harus diproduksi dalam jumlah besar.
- Kalender: Desain yang sama diproduksi berkali-kali sehingga cocok dengan karakter offset.
- Packaging: Beberapa jenis kemasan berbasis kertas atau karton juga menggunakan proses offset sebelum kemudian dilanjutkan ke tahap finishing.
Apa Kelebihan Mesin Offset Printing?
Kalau dirangkum, beberapa keunggulan offset antara lain:
- Efisien untuk volume produksi besar: Semakin banyak jumlah cetakan yang menggunakan desain sama, biaya setup dapat tersebar ke lebih banyak produk.
- Cocok untuk pekerjaan berulang: Offset memang dikembangkan untuk kebutuhan produksi dalam jumlah besar.
- Hasil cetak berkualitas: Dengan mesin, material, tinta, dan pengaturan yang tepat, offset dapat menghasilkan reproduksi teks maupun gambar dengan kualitas yang sangat baik.
- Pilihan kertas cukup luas: Offset banyak digunakan pada beragam kebutuhan berbasis kertas, tergantung kemampuan mesin yang digunakan.
Namun kelebihan tadi bukan berarti offset cocok untuk semua pekerjaan.
Ada beberapa kompromi yang perlu dipahami.
Apa Kekurangan Mesin Offset Printing?
1. Setup Awal Membutuhkan Waktu
Plat harus disiapkan.
Mesin perlu diatur.
Warna juga perlu dikondisikan.
Jadi jika pelanggan datang membawa file dan membutuhkan beberapa lembar dalam waktu sangat singkat, offset belum tentu menjadi pilihan paling praktis.
2. Kurang Fleksibel untuk Jumlah Sedikit
Bayangkan hanya ingin membuat 25 brosur.
Jika setiap pekerjaan membutuhkan proses persiapan sebelum produksi, biaya dan waktunya akan sulit dibandingkan dengan digital printing yang dapat langsung memproses file.
Karena itu offset biasanya lebih menarik ketika volume cetaknya mulai besar.
3. Pergantian Desain Tidak Sepraktis Digital Printing
Misalnya pelanggan ingin membuat 500 kartu.
Namun nama pada setiap kartu berbeda.
Dalam dunia digital printing, jenis pekerjaan seperti ini dapat dikerjakan menggunakan variable data printing.
Offset tidak sefleksibel itu.
Teknologi ini lebih nyaman digunakan ketika banyak hasil cetakan menggunakan desain yang sama.
Apa Perbedaan Mesin Offset Printing dan Digital Printing?

Daripada bertanya:
“Mana yang lebih bagus?”
Lebih tepat bertanya:
“Mana yang lebih cocok untuk pekerjaan yang sedang dikerjakan?”
Karena keduanya memiliki karakter berbeda.
| Aspek | Offset Printing | Digital Printing |
|---|---|---|
| Proses awal | Membutuhkan persiapan plat | Langsung dari file digital |
| Jumlah sedikit | Kurang praktis | Lebih fleksibel |
| Jumlah besar | Sangat relevan | Bergantung mesin dan pekerjaan |
| Pergantian desain | Membutuhkan proses tambahan | Lebih mudah |
| Variable data | Kurang praktis | Sangat cocok |
| Produk berbasis kertas | Sangat umum | Bisa |
| Pilihan material | Tergantung sistem offset | Sangat luas tergantung jenis mesin |
| Setup awal | Lebih panjang | Relatif lebih singkat |
Ambil contoh sederhana.
Sebuah perusahaan ingin membuat:
30.000 brosur dengan desain yang sama.
Offset sangat layak untuk dipertimbangkan.
Tetapi jika kebutuhannya adalah:
200 sticker dengan 50 desain berbeda.
Digital printing mungkin jauh lebih masuk akal.
Bukan karena satu teknologi lebih bagus daripada yang lain.
Masalah yang ingin diselesaikan memang berbeda.
Apakah Hasil Mesin Offset Printing Lebih Bagus dari Digital Printing?
Tidak sesederhana itu.
Kualitas hasil printing tidak hanya ditentukan oleh jenis mesinnya.
Ada banyak faktor lain:
- kualitas file,
- resolusi gambar,
- jenis tinta,
- material,
- color management,
- kondisi mesin,
- operator,
- hingga proses finishing.
Offset mampu menghasilkan kualitas cetak yang sangat baik.
Digital printing modern juga demikian.
Karena itu, mengatakan bahwa offset pasti lebih bagus atau digital printing pasti lebih bagus akan terlalu menyederhanakan persoalan.
Pertanyaan yang lebih berguna adalah:
hasil seperti apa yang dibutuhkan dan produk apa yang akan dibuat?
Kapan Sebaiknya Menggunakan Mesin Offset Printing?
Offset bisa menjadi pilihan ketika kebutuhan produksi memiliki karakter berikut.
Produksi dalam jumlah besar
Terutama jika ribuan produk menggunakan desain yang sama.
Mayoritas menggunakan media berbasis kertas
Misalnya buku, katalog, brosur, atau produk commercial printing lainnya.
Desain tidak sering berubah
Semakin konsisten desain yang diproduksi, semakin sesuai dengan karakter offset.
Tidak membutuhkan banyak personalisasi
Jika setiap hasil cetak membutuhkan data berbeda, digital printing bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.
Apa Keunggulan Digital Printing?
Digital printing mempunyai kekuatan di area yang berbeda.
Salah satunya adalah fleksibilitas.
File dapat diproses secara digital tanpa harus membuat plat untuk setiap pekerjaan.
Karena itu, mengganti desain menjadi jauh lebih mudah.
Namun perkembangan digital printing sekarang bukan hanya soal proses yang lebih praktis.
Pilihan aplikasinya juga semakin luas.
Tergantung teknologi yang digunakan, mesin digital printing dapat menangani:
- sticker,
- decal,
- banner,
- wallpaper,
- signage,
- label,
- acrylic,
- kayu,
- merchandise,
- textile,
- hingga berbagai produk custom.
Jenis mesinnya pun berbeda-beda.
Ada:
eco-solvent,
solvent,
UV roll-to-roll,
UV flatbed,
sublimasi,
Untuk beberapa aplikasi seperti sticker, label, dan packaging, proses printing biasanya masih dilanjutkan dengan proses cutting. Jika membutuhkan solusi untuk tahap tersebut, Anda juga dapat mengenal berbagai mesin cutting digital dari Brez Indonesia yang dirancang untuk kebutuhan finishing dan pemotongan berbagai media.
Apakah Digital Printing Akan Menggantikan Mesin Offset Printing?
Kemungkinan pertanyaannya bukan lagi soal siapa yang akan menggantikan siapa.
Industri printing terlalu luas untuk ditangani oleh satu teknologi saja.
Sebuah perusahaan percetakan bisa menggunakan offset untuk mencetak puluhan ribu katalog.
Di tempat yang sama, digital printing digunakan untuk memproduksi sticker custom.
Keduanya bisa berjalan bersamaan.
Offset mempunyai area yang dikuasainya.
Digital printing pun demikian.
Perkembangan teknologi mungkin membuat batas antara keduanya semakin berubah. Namun selama kebutuhan produksi masih berbeda, teknologi yang digunakan pun kemungkinan akan tetap beragam.
Mau Memulai Bisnis Printing, Pilih Offset atau Digital Printing?
Jangan mulai dari pertanyaan:
“Mesin mana yang paling bagus?”
Mulailah dari produk yang ingin dijual.
Coba jawab beberapa pertanyaan berikut:
Apa produk yang ingin diproduksi?
Apakah buku, brosur, sticker, signage, wallpaper, merchandise, atau textile?
Berapa jumlah produksinya?
Puluhan, ratusan, atau puluhan ribu?
Apakah desainnya selalu sama?
Atau pelanggan sering meminta desain yang berbeda?
Material apa yang digunakan?
Kertas, vinyl, acrylic, kain, atau material lainnya?
Siapa target pelanggan Anda?
Corporate, retail, brand, advertising, textile, atau konsumen custom?
Setelah pertanyaan tersebut terjawab, memilih teknologi mesin akan jauh lebih mudah.
Sebab membeli mesin printing bukan sekadar membeli spesifikasi. Yang dibeli sebenarnya adalah kemampuan produksi.
Karena kebutuhan setiap bisnis berbeda, pemilihan mesin sebaiknya disesuaikan dengan jenis produk, material, kapasitas produksi, dan target pasar. Grando Indonesia merupakan salah satu brand yang berada di bawah PT. Magha Sukses Mandiri, perusahaan yang menghadirkan berbagai solusi mesin digital printing untuk kebutuhan produksi di berbagai lini bisnis.
Jadi, Apakah Mesin Offset Printing Masih Relevan?
Jawabannya: masih.
Mesin Offset Printing memang membutuhkan proses persiapan yang lebih panjang dibandingkan digital printing. Ada plat yang perlu dibuat, mesin yang perlu disiapkan, dan warna yang harus dikondisikan.
Namun untuk pekerjaan dengan volume besar, desain yang sama, dan banyak menggunakan media berbasis kertas, offset masih memiliki karakter produksi yang sulit diabaikan.
Digital printing menawarkan sesuatu yang berbeda.
Fleksibilitas.
Desain dapat diganti lebih cepat. Jumlah produksi bisa lebih variatif. Media yang digunakan juga semakin luas.
Jadi tidak perlu memaksakan satu teknologi menjadi pemenang.
Dalam bisnis printing, mesin yang tepat bukan selalu mesin dengan spesifikasi paling tinggi. Mesin yang tepat adalah mesin yang sesuai dengan produk dan kebutuhan produksinya.
Bagi bisnis yang ingin mengembangkan produksi ke area seperti sticker, signage, UV printing, textile, merchandise, dan berbagai produk custom, Grando menghadirkan berbagai pilihan mesin digital printing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi.
FAQ Seputar Mesin Offset Printing
Apa itu Mesin Offset Printing?
Mesin Offset Printing adalah mesin cetak yang menggunakan plat untuk membawa gambar, kemudian memindahkannya ke rubber blanket sebelum akhirnya dicetak ke media seperti kertas.
Kenapa disebut offset printing?
Disebut offset karena gambar dari plat tidak langsung dicetak ke kertas. Gambar terlebih dahulu dipindahkan ke rubber blanket sebelum diteruskan ke media.
Apakah Mesin Offset Printing cocok untuk cetak sedikit?
Bisa, tetapi biasanya kurang efisien karena terdapat proses pembuatan plat dan setup mesin sebelum produksi.
Mesin Offset Printing biasanya digunakan untuk mencetak apa?
Mesin offset banyak digunakan untuk buku, majalah, katalog, brosur, kalender, company profile, packaging berbasis kertas, dan berbagai kebutuhan commercial printing lainnya.
Apa perbedaan Mesin Offset Printing dan digital printing?
Offset menggunakan plat dalam proses cetaknya, sedangkan digital printing dapat memproses desain langsung dari file digital. Offset biasanya lebih relevan untuk produksi dalam jumlah besar, sementara digital printing lebih fleksibel untuk pekerjaan custom dan jumlah yang lebih bervariasi.
Apakah Mesin Offset Printing masih digunakan?
Ya. Offset masih banyak digunakan terutama untuk produksi commercial printing dalam jumlah besar dengan desain yang sama.

