20 Jenis Mesin Digital Printing dan Fungsinya, Jangan Salah Pilih Mesin

Jenis Mesin Digital Printing

Daftar Isi

Jenis mesin digital printing ternyata jauh lebih beragam daripada yang terlihat. Ada mesin yang dirancang untuk mencetak sticker, ada yang fokus pada jersey, souvenir, label produk, hingga banner berukuran lebih dari 3 meter.

Masalahnya, banyak orang masih memilih mesin dengan cara yang terlalu sederhana. Printhead lebih banyak dianggap pasti lebih baik. Mesin lebih cepat dianggap lebih menguntungkan. Area cetak lebih lebar juga sering dianggap lebih fleksibel. Padahal belum tentu.

Bayangkan bisnis kamu fokus membuat casing handphone dan souvenir acrylic, tetapi mesin yang dibeli justru dirancang untuk produksi banner outdoor dalam jumlah besar.

Karena itu, sebelum melihat harga, kecepatan, atau jumlah printhead, ada pertanyaan yang sebaiknya dijawab terlebih dahulu:

Produk apa yang sebenarnya ingin Anda produksi?

Saat ini, lini produk resmi Grando Indonesia mencakup 20 model yang tersebar dalam teknologi UV, DTF, eco-solvent, solvent, dan sublimasi. Masing-masing memiliki karakter produksi dan aplikasi yang berbeda.

Mari kita bahas satu per satu.


Kenapa Jenis Mesin Digital Printing Berbeda-beda?

Pada dasarnya, semua mesin digital printing berangkat dari konsep yang mirip: file digital diproses kemudian dicetak ke suatu media.

Namun setelah itu, cara kerjanya bisa sangat berbeda.

Ada mesin UV yang mengeringkan tinta menggunakan UV LED. Ada DTF yang mencetak desain ke film terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke kain. Ada sublimasi yang menggunakan proses transfer panas. Ada pula solvent yang lebih banyak digunakan untuk produksi outdoor berukuran besar.

Perbedaan teknologi tersebut menentukan beberapa hal penting:

  • jenis material yang bisa digunakan,
  • karakter hasil cetak,
  • ukuran media,
  • kapasitas produksi,
  • workflow setelah printing,
  • dan jenis produk yang bisa dijual.

Karena itu, satu jenis mesin digital printing belum tentu bisa menggantikan mesin lainnya.

Supaya lebih mudah, gambaran sederhananya seperti ini.

TeknologiUmumnya Digunakan Untuk
UV FlatbedAcrylic, kayu, kaca, merchandise
UV Roll-to-RollSticker, backlit, wallpaper, media roll
UV LabelLabel produk
UV DTFTumbler, botol, merchandise custom
UV 3D PatchPatch dan apparel
DTFKaos dan apparel
Eco-SolventSticker, decal, wallpaper
SolventBanner, spanduk, baliho
SublimasiJersey dan textile polyester

Teknologi UV sendiri memiliki cakupan yang luas, mulai dari media rigid hingga roll, sedangkan eco-solvent lebih umum digunakan untuk media fleksibel seperti vinyl dan sticker.


Jenis Mesin Digital Printing UV

Dari seluruh lini produk Grando, kategori UV mempunyai variasi model paling banyak. Produk resminya mencakup UV flatbed, roll-to-roll, hybrid, label, UV DTF hingga 3D patch.

1. Grando GD330E UV Label

grando gd330e uv

Kalau produk yang ingin dijual adalah label, GD330E memang dirancang untuk kebutuhan tersebut.

Berbeda dengan printer sticker umum, GD330E berada pada kategori UV Label Printer. Grando menempatkannya untuk produksi label dalam skala industri, termasuk aplikasi label premium kosmetik dan kesehatan.

Fungsi utama: mencetak label produk menggunakan teknologi UV.

Cocok untuk:

  • label kosmetik,
  • label kesehatan,
  • label produk,
  • sticker label roll,
  • kebutuhan branding kemasan.

Mesin seperti ini menjadi lebih relevan ketika label merupakan salah satu produk utama bisnis, bukan hanya pekerjaan tambahan.


2. Grando GD9060 AI UV Flatbed

gd9060 uv flatbed with scan ai

Sekarang produknya berubah.

Bukan label, melainkan acrylic, casing handphone, kayu, kaca atau merchandise.

Di sinilah mesin UV flatbed lebih masuk akal.

Grando GD9060 AI memiliki area cetak 900 × 600 mm dan mampu menangani media dengan ketebalan hingga 180 mm. Mesin ini juga dilengkapi AI Visual Positioning System yang membantu mendeteksi posisi benda pada meja sebelum proses printing.

Fungsi utama: mencetak langsung pada benda dan media rigid.

Cocok untuk:

  • casing handphone,
  • acrylic,
  • merchandise,
  • souvenir,
  • packaging,
  • kayu,
  • kaca,
  • logam,
  • signage.

Fitur positioning menjadi menarik ketika beberapa benda diletakkan pada meja cetak dengan posisi yang tidak selalu sama.


3. Grando GD2000 UV Roll-to-Roll

mesin digital printing grando gd2000 uv roll to roll

Kalau GD9060 menggunakan meja datar, GD2000 menggunakan konsep roll-to-roll.

Material bergerak melalui mesin dalam bentuk gulungan.

GD2000 menggunakan dua printhead Epson i3200 dan ditempatkan Grando untuk kebutuhan advertising dan branding berbasis media roll. Backlit film menjadi salah satu contoh aplikasinya.

Fungsi utama: mencetak media fleksibel berbentuk roll menggunakan tinta UV.

Cocok untuk:

  • backlit film,
  • sticker UV,
  • media dekorasi,
  • kebutuhan branding,
  • grafis indoor.

Cara paling sederhana membedakan keduanya:

Benda rigid → UV flatbed

Material gulungan → UV roll-to-roll


4. Grando GR350S High Speed Digital Label Printer

mesin uv cetak label grando gr350s

Masih berbicara tentang label, tetapi kelas produksinya berbeda.

GR350S menggunakan printhead Epson S3200 dan dirancang untuk kebutuhan label dengan produktivitas tinggi. Website Grando mencantumkan kecepatan hingga 30–100 meter per menit serta dukungan terhadap media seperti PVC, PET, PE, PP, BOPP, dan synthetic paper. Mesin ini juga mempunyai kemampuan variable data printing.

Fungsi utama: produksi label digital dalam volume tinggi.

Cocok untuk industri:

  • kosmetik,
  • makanan dan minuman,
  • farmasi,
  • e-commerce,
  • logistik,
  • manufaktur.

Variable data menjadi penting kalau setiap label membutuhkan informasi yang dapat berubah, misalnya kode atau data tertentu.

Jadi GR350S bukan sekadar printer sticker yang dibuat lebih cepat.

Segmentasi produksinya memang berbeda.


5. Grando GD4000 UV Roll-to-Roll

GD4000 UV Roll to roll Digital printing

 

GD4000 masih berada di keluarga UV roll-to-roll.

Namun kali ini mesinnya menggunakan empat printhead Epson i3200 dengan lebar media hingga sekitar 1,8 meter. Grando mengarahkannya untuk kebutuhan advertising dan branding, termasuk wallpaper serta backlit film.

Fungsi utama: produksi UV roll-to-roll dengan kebutuhan produktivitas lebih tinggi.

Cocok untuk:

  • wallpaper,
  • sticker,
  • backlit,
  • dekorasi,
  • media advertising.

Empat printhead terdengar lebih menarik dibanding dua.

Namun tambahan kapasitas baru benar-benar bermanfaat jika jumlah ordernya juga membutuhkan kemampuan tersebut.


6. Grando GD3204 UV Roll-to-Roll

grando gd3204 uv kelebihan

Kalau pekerjaan mulai menggunakan material berukuran besar, kebutuhan mesinnya berubah lagi.

GD3204 dapat menangani media dengan lebar hingga sekitar 3,2 meter dan menggunakan empat printhead Epson i3200.

Grando memposisikannya untuk advertising, signage, dekorasi interior hingga branding skala besar.

Fungsi utama: produksi UV large-format.

Cocok untuk:

  • signage,
  • neon box,
  • backlit,
  • branding kendaraan,
  • baliho,
  • advertising ukuran besar.

Kenapa lebar cetak penting?

Karena semakin besar media yang bisa dicetak secara utuh, semakin kecil kebutuhan untuk menyambungkan beberapa hasil print.


7. Grando GD3200 UV Industrial

gd3200 uv digital printing

GD3200 juga bermain di area large-format, tetapi orientasinya lebih kuat ke produksi industri.

Mesin ini menggunakan printhead Ricoh Gen 5/6 dengan area cetak sekitar 3,2 meter. Grando mengarahkannya untuk advertising, signage, wallpaper, backlit hingga branding kendaraan.

Fungsi utama: produksi UV large-format skala industri.

Cocok untuk:

  • signage besar,
  • wallpaper,
  • branding kendaraan,
  • neon box,
  • backlit,
  • baliho.

Pada kelas mesin seperti ini, jangan hanya melihat kualitas gambar.

Volume order, jam kerja mesin, kebutuhan operator, maintenance hingga luas ruang produksi juga perlu dihitung.


8. Grando GD1800 UV Hybrid

gd1800 uv hybrid

Kata penting pada mesin ini adalah hybrid.

Grando GD1800 dapat menangani beberapa karakter media, mulai dari sticker transparan, canvas tebal, kulit sintetis hingga material rigid tertentu.

Mesin ini menggunakan empat printhead Epson i3200 U1 dan diarahkan untuk produksi advertising, dekorasi interior dan packaging custom.

Fungsi utama: memberikan fleksibilitas produksi pada beberapa jenis material.

Cocok untuk:

  • sticker premium,
  • canvas,
  • dekorasi,
  • kulit sintetis,
  • advertising,
  • packaging custom,
  • material rigid tertentu.

Namun hybrid bukan berarti semua material otomatis bisa dicetak.

Kompatibilitas permukaan dan karakter media tetap perlu diperhatikan.


9. Grando GD6090 UV Flatbed

GD6090 uv flatbed grando

Kalau bisnisnya banyak bermain pada souvenir dan merchandise, GD6090 lebih menarik untuk dibahas.

Mesin ini mempunyai area cetak 60 × 90 cm dan menggunakan tiga printhead Epson i3200.

Grando mencantumkan aplikasi seperti botol, tumbler, casing handphone dan ID card.

Fungsi utama: direct printing pada benda dan media rigid berukuran kecil hingga menengah.

Cocok untuk:

  • souvenir,
  • merchandise,
  • acrylic,
  • casing handphone,
  • packaging,
  • produk custom.

Area 60 × 90 cm juga memberikan ruang untuk menata beberapa produk kecil dalam satu area cetak.


10. Grando GD301 UV Flatbed A3

gd301 uv flatbed a3

Tidak semua bisnis membutuhkan flatbed berukuran besar.

Untuk kebutuhan yang lebih compact ada GD301 UV Flatbed A3.

Mesin ini dapat mencetak langsung pada berbagai media seperti acrylic, kayu, kaca, keramik, PVC dan aluminium. Konfigurasi tintanya mendukung CMYK + White + Varnish.

Fungsi utama: personalisasi benda dan media rigid berukuran relatif kecil.

Cocok untuk:

  • souvenir,
  • merchandise,
  • acrylic,
  • signage kecil,
  • dekorasi,
  • packaging premium,
  • produk custom.

Ukuran mesin lebih kecil bukan berarti peluang produknya ikut kecil.

Dalam bisnis personalisasi, benda kecil justru sering mempunyai nilai jual yang tinggi karena unsur custom-nya.


11. Grando GD600 Super UV DTF

Jangan tertukar antara DTF apparel dan UV DTF.

UV DTF tidak digunakan seperti DTF kaos.

Desain terlebih dahulu dibuat dalam bentuk transfer UV kemudian diaplikasikan ke permukaan benda.

Grando GD600 Super UV DTF menggunakan sistem roll-to-roll dan hasil transfernya bisa diaplikasikan bahkan pada permukaan melengkung atau tidak rata seperti botol dan helm.

Fungsi utama: membuat transfer UV untuk personalisasi benda.

Cocok untuk:

  • tumbler,
  • botol,
  • mug,
  • souvenir,
  • merchandise,
  • acrylic,
  • produk promosi custom.

Keuntungannya, benda tidak selalu harus dimasukkan langsung ke printer.

Transfer bisa dibuat terlebih dahulu, kemudian diaplikasikan ke produknya.


12. Grando GD600 UV 3D Patch

Jenis berikutnya lebih spesifik.

Grando GD600 UV 3D Patch ditujukan untuk kebutuhan patch jersey dan industri textile.

Mesin ini menggunakan tiga printhead Epson i3200 dengan area cetak hingga 60 × 100 cm.

Fungsi utama: menghasilkan patch untuk kebutuhan apparel.

Cocok untuk:

  • patch jersey,
  • emblem,
  • logo apparel,
  • clothing,
  • fashion custom.

Ini menunjukkan bahwa teknologi UV tidak lagi hanya berhubungan dengan acrylic, sticker, atau signage.

Aplikasinya sudah berkembang ke area textile dengan karakter produk yang berbeda.


Jenis Mesin Digital Printing DTF

DTF atau Direct to Film banyak digunakan pada produksi apparel.

Desain dicetak ke transfer film terlebih dahulu. Setelah itu masih ada proses powder, curing, dan transfer ke kain menggunakan heat press.

Pada lini resmi Grando terdapat dua model DTF: GD7602 dan GD7605.

1. Grando GD7602 DTF

GD7602 menggunakan dua printhead Epson i3200 dengan konfigurasi CMYK + White.

Media printing-nya berupa transfer film. Grando mengarahkannya untuk kebutuhan desain pada kaos, T-shirt, canvas dan aplikasi sejenis.

Fungsi utama: membuat transfer DTF untuk kebutuhan apparel.

Cocok untuk:

  • kaos custom,
  • T-shirt,
  • apparel,
  • clothing,
  • produk berbahan textile.

Perlu diingat bahwa membeli printer DTF berarti membeli sebuah workflow, bukan hanya printer.

Masih ada proses setelah printing yang harus diperhitungkan.


2. Grando GD7605 DTF

Kalau kebutuhan produksinya lebih tinggi, ada GD7605.

Secara aplikasi masih berada di area DTF, tetapi mesin ini menggunakan lima printhead Epson i3200 dan memang ditujukan untuk kebutuhan output yang lebih besar.

Fungsi utama: produksi transfer DTF dalam volume lebih tinggi.

Cocok untuk:

  • apparel custom,
  • clothing,
  • kaos,
  • bisnis jasa DTF,
  • produksi textile dengan permintaan tinggi.

Lima printhead bukan berarti otomatis lebih tepat untuk setiap bisnis.

Kalau kapasitas produksi belum dibutuhkan, kemampuan tambahan tersebut belum tentu termanfaatkan maksimal.


Jenis Mesin Digital Printing Eco-Solvent

Eco-solvent merupakan teknologi yang banyak digunakan pada sticker, decal dan berbagai media fleksibel.

Dalam lini Grando terdapat GD1602S dan GD1804S.

1. Grando GD1602S Eco-Solvent

GD1602S menggunakan dua printhead Epson i3200.

Grando menyebut penggunaannya untuk kebutuhan seperti sticker, decal motor, signage dan sticker branding kendaraan.

Fungsi utama: mencetak kebutuhan grafis pada media fleksibel.

Cocok untuk:

  • sticker,
  • decal,
  • vehicle branding,
  • signage,
  • grafis promosi.

Untuk bisnis yang banyak menerima pekerjaan sticker dan branding, kelas mesin seperti ini relatif fleksibel.


2. Grando GD1804S Eco-Solvent

Masih menggunakan teknologi eco-solvent, tetapi kapasitasnya meningkat.

GD1804S menggunakan empat printhead Epson i3200 dan dapat menangani area cetak hingga sekitar 1,8 meter.

Grando mencantumkan aplikasi seperti sticker, roll banner, foto, wallpaper dan poster.

Fungsi utama: produksi eco-solvent dengan kebutuhan volume dan ukuran media lebih tinggi.

Cocok untuk:

  • sticker,
  • wallpaper,
  • decal,
  • roll banner,
  • poster,
  • advertising.

Perbedaan GD1602S dan GD1804S pada akhirnya bukan sekadar dua head versus empat head.

Yang perlu ditanyakan:

Berapa pekerjaan yang harus diselesaikan setiap hari?


Jenis Mesin Digital Printing Solvent

1. Grando GDK512i Solvent

Ketika kebutuhan produksi masuk ke banner, spanduk dan baliho, kita berada pada area yang berbeda lagi.

Grando GDK512i merupakan mesin solvent untuk kebutuhan outdoor dengan lebar cetak hingga sekitar 3,2 meter. Model yang tercantum pada halaman produk Grando menggunakan empat printhead Konica 512i.

Fungsi utama: produksi media outdoor berukuran besar.

Cocok untuk:

  • banner,
  • spanduk,
  • baliho,
  • backdrop,
  • advertising outdoor.

Karena menggunakan tinta solvent, kondisi ruang produksi dan ventilasi juga perlu menjadi pertimbangan.

Jadi ukuran mesin bukan satu-satunya hal yang perlu disiapkan.


Jenis Mesin Digital Printing Sublimasi

Kalau produknya bergeser ke jersey atau textile berbahan polyester, teknologinya berubah lagi.

Sublimasi banyak menggunakan workflow cetak ke transfer paper sebelum desain dipindahkan ke kain melalui proses panas.

Dalam lini Grando ada GD1602TX, GD1804TX dan GD2008TX.

1. Grando GD1602TX Sublimation

GD1602TX menggunakan dua printhead Epson i3200 dengan area cetak sekitar 1,6 meter.

Grando mencantumkan aplikasi seperti jersey, hijab, pashmina, mouse pad, baju dan jersey e-sports.

Fungsi utama: mencetak desain sublimasi untuk kebutuhan textile.

Cocok untuk:

  • jersey,
  • sportswear,
  • hijab,
  • fashion textile,
  • mouse pad,
  • produk polyester.

Mesin ini menjadi pilihan untuk bisnis yang ingin masuk ke produksi textile tetapi belum membutuhkan kapasitas industrial delapan printhead.


2. Grando GD1804TX Sublimation

Fungsinya masih berada pada sublimasi textile.

Perbedaannya, GD1804TX menggunakan empat printhead Epson i3200 dan dapat mencetak hingga area sekitar 1,8 meter.

Fungsi utama: produksi sublimasi dengan kebutuhan kapasitas lebih tinggi.

Cocok untuk:

  • jersey,
  • sportswear,
  • hijab,
  • pashmina,
  • fashion textile,
  • jersey e-sports.

Pada tahap ini, jumlah order harian mulai menjadi faktor penting dalam memilih antara model dua atau empat printhead.


3. Grando GD2008TX Industrial Sublimation

Terakhir ada GD2008TX.

Ini sudah berada pada kelas industrial sublimation.

Mesin menggunakan delapan printhead Epson i3200 dengan area cetak sekitar 2 meter. Grando memang mengarahkannya untuk pelaku bisnis yang ingin meningkatkan kapasitas produksi textile ke level industri.

Fungsi utama: produksi sublimasi textile skala besar.

Cocok untuk:

  • produksi jersey massal,
  • sportswear,
  • fashion textile,
  • hijab,
  • kain polyester,
  • produksi textile industrial.

Delapan printhead jelas memberikan kapasitas yang besar.

Namun kapasitas besar baru menjadi keuntungan jika pasar dan volume produksinya juga tersedia.


Ringkasan 20 Jenis Mesin Digital Printing dan Fungsinya

Kalau 20 mesin tadi terasa terlalu banyak, tabel ini bisa membantu mempersempit pilihan.

No.MesinTeknologiFungsi Utama
1GD330EUV LabelLabel produk
2GD9060 AIUV FlatbedMerchandise & media rigid
3GD2000UV Roll-to-RollBacklit & media roll
4GR350SUV LabelLabel industrial
5GD4000UV Roll-to-RollSticker, wallpaper & advertising
6GD3204UV Large FormatSignage & advertising besar
7GD3200UV IndustrialAdvertising skala industri
8GD1800UV HybridMedia fleksibel & rigid tertentu
9GD6090UV FlatbedSouvenir & merchandise
10GD301UV Flatbed A3Produk custom
11GD600 SuperUV DTFMerchandise & benda custom
12GD600 3D PatchUV 3D PatchPatch apparel
13GD7602DTFApparel
14GD7605DTFApparel volume tinggi
15GD1602SEco-SolventSticker & decal
16GD1804SEco-SolventSticker, wallpaper & advertising
17GDK512iSolventBanner & outdoor advertising
18GD1602TXSublimasiJersey & textile
19GD1804TXSublimasiTextile volume tinggi
20GD2008TXSublimasi IndustrialTextile skala industri

Ke-20 model tersebut tercantum pada halaman produk resmi Grando Indonesia saat ini.


Jenis Mesin Digital Printing Mana yang Cocok Berdasarkan Produk?

Daripada menghafalkan semua nama mesin, lebih mudah memilih berdasarkan produk yang ingin dijual.

Mau cetak sticker dan decal?

Pertimbangkan eco-solvent atau UV roll-to-roll.

Mau cetak banner dan baliho?

Lihat kategori solvent atau UV large-format.

Mau cetak acrylic, kayu atau merchandise?

Gunakan UV flatbed.

Mau membuat tumbler dan souvenir custom?

Bisa mempertimbangkan UV DTF atau UV flatbed, tergantung workflow produksinya.

Mau produksi label?

Lihat UV label printer.

Mau sablon kaos?

DTF menjadi salah satu teknologi yang relevan.

Mau produksi jersey polyester?

Sublimasi lebih sesuai.

Mau membuat patch apparel?

Ada kategori UV 3D Patch.

Dengan cara ini, 20 pilihan tadi bisa langsung dipersempit menjadi beberapa mesin saja.

Barulah setelah itu bandingkan spesifikasinya.


Jangan Pilih Mesin Hanya dari Jumlah Printhead

Ini salah satu hal yang cukup sering terjadi.

Dua printhead dianggap kurang.

Empat terlihat lebih menarik.

Delapan tentu terlihat jauh lebih bagus.

Padahal pertanyaannya bukan berapa banyak printhead yang tersedia, melainkan berapa banyak produksi yang harus diselesaikan.

Misalnya:

Bisnis A hanya mempunyai pekerjaan 20–30 meter per hari.

Bisnis B mempunyai antrean produksi ratusan meter setiap hari.

Tentu kebutuhan keduanya berbeda.

Mesin dengan kapasitas tinggi bisa menjadi investasi yang sangat tepat bagi bisnis B, tetapi mungkin berlebihan bagi bisnis A.

Sebaliknya, mesin terlalu kecil juga bisa menjadi hambatan ketika permintaan sudah tinggi.

Jadi jumlah printhead harus dibaca sebagai bagian dari kapasitas produksi, bukan sekadar angka spesifikasi.


6 Hal yang Harus Dicek Sebelum Memilih Jenis Mesin Digital Printing

1. Produk yang Ingin Dijual

Ini harus menjadi pertanyaan pertama.

Sticker?

Jersey?

Souvenir?

Label?

Banner?

Kalau produknya belum jelas, spesifikasi mesin juga sulit dibandingkan.

2. Material yang Digunakan

Acrylic tentu berbeda dengan vinyl.

Vinyl berbeda dengan textile polyester.

Dan polyester berbeda dengan kaos berbahan katun.

Jenis media sangat menentukan teknologi yang diperlukan.

3. Volume Produksi

Jangan hanya menghitung order hari ini.

Perkirakan pula kapasitas yang dibutuhkan ketika bisnis berkembang.

Namun jangan sampai membeli kapasitas terlalu besar hanya karena berharap suatu hari akan terpakai.

4. Ukuran Media

Apakah produk terbesar hanya A3?

Atau pekerjaan Anda membutuhkan material selebar 1,8 hingga 3,2 meter?

Semakin lebar mesin bukan berarti selalu semakin baik jika area tersebut tidak pernah digunakan.

5. Workflow Produksi

Printing terkadang bukan tahap terakhir.

DTF membutuhkan proses lanjutan.

Sublimasi membutuhkan transfer panas.

Sticker mungkin membutuhkan cutting dan laminasi.

Artinya, produktivitas tidak bisa dihitung dari printer saja.

6. Aftersales dan Maintenance

Mesin digital printing merupakan alat produksi.

Ketika mesin berhenti, pekerjaan bisa ikut berhenti.

Karena itu pertimbangkan:

  • ketersediaan teknisi,
  • sparepart,
  • consumable,
  • training,
  • maintenance,
  • dan layanan setelah pembelian.

Faktor ini sering kurang menarik dibanding membicarakan kecepatan mesin, tetapi dampaknya justru sangat terasa setelah mesin mulai digunakan.


Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memilih Mesin Digital Printing

Ada beberapa pola yang sebaiknya dihindari.

Memilih berdasarkan mesin paling cepat.
Kecepatan tinggi tidak banyak berarti kalau ordernya tidak membutuhkan kapasitas tersebut.

Memilih mesin paling besar.
Lebar 3,2 meter tidak otomatis lebih menguntungkan daripada 1,6 meter.

Tidak memperhitungkan produk akhir.
Mesin seharusnya mengikuti produk yang ingin dijual, bukan sebaliknya.

Hanya menghitung harga mesin.
Tinta, material, listrik, operator, finishing dan maintenance juga menjadi bagian dari biaya produksi.

Tidak memperhitungkan workflow.
Mesin bisa mencetak cepat, tetapi produksi tetap lambat jika proses setelah printing menjadi bottleneck.

Karena itu, keputusan pembelian sebaiknya melihat produksi sebagai satu sistem.


Jadi, Jenis Mesin Digital Printing Mana yang Paling Bagus?

Jawabannya mungkin kurang memuaskan:

tidak ada satu mesin yang paling bagus untuk semua bisnis.

UV flatbed A3 bisa jauh lebih produktif untuk bisnis souvenir dibanding mesin berukuran 3,2 meter.

Sebaliknya, perusahaan advertising yang setiap hari mencetak signage besar tentu membutuhkan mesin dengan kapasitas berbeda.

Hal yang sama berlaku untuk DTF, sublimasi, eco-solvent maupun solvent.

Karena itu jangan mulai memilih mesin dengan pertanyaan:

“Berapa head?”

atau:

“Berapa meter per jam?”

Mulailah dengan:

“Produk apa yang ingin saya jual?”

Setelah produknya jelas, material diketahui, volume produksi dihitung dan ukuran media ditentukan, barulah spesifikasi mempunyai arti.

Pada akhirnya, jenis mesin digital printing yang tepat bukan selalu yang mempunyai spesifikasi paling tinggi, tetapi yang teknologinya paling sesuai dengan kebutuhan produksi dan arah bisnis Anda.

Grando Indonesia sendiri saat ini memiliki lini produk UV, DTF, eco-solvent, solvent dan sublimasi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari personalisasi produk hingga produksi industri.


FAQ Jenis Mesin Digital Printing

Apa saja jenis mesin digital printing?

Beberapa teknologi yang umum digunakan antara lain UV, DTF, eco-solvent, solvent dan sublimasi. UV sendiri masih dapat dibagi menjadi flatbed, roll-to-roll, hybrid, UV DTF, UV label dan aplikasi khusus lainnya.

Jenis mesin digital printing apa yang cocok untuk sticker?

Eco-solvent dan UV roll-to-roll dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan sticker. Pemilihannya bergantung pada material, karakter hasil cetak, volume produksi dan aplikasi akhirnya.

Mesin apa yang cocok untuk cetak acrylic?

UV flatbed menjadi salah satu teknologi yang umum digunakan karena dapat mencetak langsung pada material rigid seperti acrylic.

Mesin apa yang cocok untuk jersey?

Untuk textile berbahan polyester, teknologi sublimasi banyak digunakan. DTF juga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan apparel dengan workflow transfer yang berbeda.

Apa perbedaan solvent dan eco-solvent?

Keduanya menggunakan karakter tinta dan target aplikasi yang berbeda. Eco-solvent banyak digunakan untuk sticker dan media grafis fleksibel, sedangkan solvent umum digunakan untuk pekerjaan outdoor berukuran besar seperti banner dan baliho.

Apakah jumlah printhead lebih banyak selalu lebih baik?

Tidak. Jumlah printhead perlu disesuaikan dengan konfigurasi mesin dan kapasitas produksi yang benar-benar dibutuhkan.